Postingan kali ini, bakal ngomongin
tentang apa yang suka aku pikirin sekarang. Temanya : BUDAYA !
Berkaitan dengan demam kekoreaan,
kita bisa lihat banyak banget boyband dan girlband bermunculan di Indonesia.
Boyband dan girlband kekoreaan asal Indonesia itu meniru gaya, pakaian dan
mungkin lagu-lagu dari boyband dan girlband korea. Sekilas biasa aja, namanya
juga globalisasi. Kebanyakan orang berpikir begitu. Tapi jadi kepikiran, coba
lihat 10-15 tahun lagi, sudah kayak apa sih Negara kita ini ?
Di saat kita menghapal lagu-lagu korea dan tarian korea itu, kita mungkin justru buta sama budaya bangsa kita sendiri (mungkin yang nulis juga termasuk) . Saat kita mencoba untuk meniru tarian-tarian korea itu, kita justru lupa betapa banyak tarian-tarian adat asli milik bangsa kita sendiri yang perlahan sudah mulai hilang kelestariannya.
Nggak usah jauh-jauh ngomongin adat
dari segi tari deh, coba yang lebih simple. Ambillah bahasa, berapa banyak
anak-anak muda Jawa tapi yang tinggal di kota yang tidak bisa menggunakan
bahasa Jawa ? Mungkin masih ada ya. Tapi siapa tahu, ternyata mereka justru
lebih rajin menghapal budaya bangsa lain, mungkin jepang dari lagu-lagunya,
animenya. Mungkin juga budaya korea dari lagu-lagunya dan sinetronnya.
Seakan-akan kita dibuat lupa oleh
dunia ini siapa kita sebenarnya dan darimana asal kita. Mungkin nasib kita
mirip dengan bangsa Jepang, ingin lebih maju sehingga kita lebih membuka diri
terhadap bangsa lain. Tapi jangan salah, Jepang memang melakukan pembaruan
lewat restorasi Meiji-nya tapi mereka BISA mempertahankan budaya mereka kan
walaupun memang sedikit ada yang terkikis. Sedangkan kita ? Mari kita tanyakan
ke diri kita sendiri. Sudahkah kita berusaha melestarikan budaya kita sendiri ?
Sudahkah kita menikmati lagu-lagu dari daerah kita sendiri ?
Kita semua pasti pernah, ngomong sesuatu tapi nggak sesuai dengan hati kita, ya kan? Tapi kalo udah kebiasa, ya mungkin rasanya bakal biasa aja lama-kelamaan. Ya kayak budaya kita sekarang ini. Awalnya aneh kalo kita berpikir yang namanya globalisasi itu, tapi karena kita udah biasa menerima suatu budaya yang baru dari luar ya kita bakal terima aja. Karena mungkin mindset kita sekarang udah kayak gini : “Tirulah apa yang ada di luar negeri sebanyak mungkin, maka kau tidak akan dianggap kampungan” . Sedih, tapi nggak bisa berbuat banyak. Masih pada tahap mencoba berubah dari diri sendiri.
14 Juni 2012



