Thursday, June 14, 2012

Globalisasi?


Postingan kali ini, bakal ngomongin tentang apa yang suka aku pikirin sekarang. Temanya : BUDAYA !
Berkaitan dengan demam kekoreaan, kita bisa lihat banyak banget boyband dan girlband bermunculan di Indonesia. Boyband dan girlband kekoreaan asal Indonesia itu meniru gaya, pakaian dan mungkin lagu-lagu dari boyband dan girlband korea. Sekilas biasa aja, namanya juga globalisasi. Kebanyakan orang berpikir begitu. Tapi jadi kepikiran, coba lihat 10-15 tahun lagi, sudah kayak apa sih Negara kita ini ?



Di saat kita menghapal lagu-lagu korea dan tarian korea itu, kita mungkin justru buta sama budaya bangsa kita sendiri (mungkin yang nulis juga termasuk) . Saat kita mencoba untuk meniru tarian-tarian korea itu, kita justru lupa betapa banyak tarian-tarian adat asli milik bangsa kita sendiri yang perlahan sudah mulai hilang kelestariannya.

Nggak usah jauh-jauh ngomongin adat dari segi tari deh, coba yang lebih simple. Ambillah bahasa, berapa banyak anak-anak muda Jawa tapi yang tinggal di kota yang tidak bisa menggunakan bahasa Jawa ? Mungkin masih ada ya. Tapi siapa tahu, ternyata mereka justru lebih rajin menghapal budaya bangsa lain, mungkin jepang dari lagu-lagunya, animenya. Mungkin juga budaya korea dari lagu-lagunya dan sinetronnya.

Seakan-akan kita dibuat lupa oleh dunia ini siapa kita sebenarnya dan darimana asal kita. Mungkin nasib kita mirip dengan bangsa Jepang, ingin lebih maju sehingga kita lebih membuka diri terhadap bangsa lain. Tapi jangan salah, Jepang memang melakukan pembaruan lewat restorasi Meiji-nya tapi mereka BISA mempertahankan budaya mereka kan walaupun memang sedikit ada yang terkikis. Sedangkan kita ? Mari kita tanyakan ke diri kita sendiri. Sudahkah kita berusaha melestarikan budaya kita sendiri ? Sudahkah kita menikmati lagu-lagu dari daerah kita sendiri ?


Kita semua pasti pernah, ngomong sesuatu tapi nggak sesuai dengan hati kita, ya kan? Tapi kalo udah kebiasa, ya mungkin rasanya bakal biasa aja lama-kelamaan. Ya kayak budaya kita sekarang ini. Awalnya aneh kalo kita berpikir yang namanya globalisasi itu, tapi karena kita udah biasa menerima suatu budaya yang baru dari luar ya kita bakal terima aja. Karena mungkin mindset kita sekarang udah kayak gini : “Tirulah apa yang ada di luar negeri sebanyak mungkin, maka kau tidak akan dianggap kampungan” . Sedih, tapi nggak bisa berbuat banyak. Masih pada tahap mencoba berubah dari diri sendiri.
14 Juni 2012


Tuesday, June 12, 2012

Teman-temanku



Aku benar-benar bersyukur, di masa sma ini. Aku bertemu teman-temanku semuanya. Mereka itu, menurutku mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka tiap hari menginspirasiku, tanpa henti. Aku bahagia, bisa sekolah bersama mereka semua. Mereka semua keluarga keduaku, pendukungku, dan penyemangatku. Tanpa mereka semua, aku tidak akan bisa seperti sekarang ini.

Mereka mengajariku apa itu semangat, kerja keras, berani, pantang menyerah, kebersamaan, kasih sayang. Mungkin kalo kamu baca kalimat barusan itu, kalimat itu bullshit banget rasanya, kalimat murahan dan pasaran. Tapi mau gimana lagi, memang itu yang kudapatkan di sma ini. Aku sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya. Mungkin kamu mau nambahin kalimatku tadi dengan kata-katamu biar kalimat itu jadi lebih baik ?

Aku cuma takut aja, aku mengakhiri masa sma ini sebelum aku menjadi seorang yang dewasa. Tapi bukan dewasa yang kolot, malah dewasa yang asyik, gaul, supel, seru dll.

Aku khawatir, aku bakalan segera mengakhiri masa sma ini. Aku nggak tahu, gimana caranya aku ngadepin dunia luar tanpa teman-temanku sekarang ini.

Aku bukan lebay, bagi kamu yang mikir aku lebay. Tapi memang ini yang pengen aku tulis. Terus buat yang udah pernah ngerasaiin perasaan kayak gini terus ngeremehin aku, hei aku pengen tanya ke kamu. Kamu pernah di posisiku, dan aku sekarang ada di posisimu beberapa waktu lalu, fair kan? Thanks buat yang ngeappreciate tulisan ini J

11/04/2012

Aku marah




Aku marah, karena mereka semua selalu mengejekku.
Jika temanku mengejekku, aku selalu merasa tersinggung. Awalnya aku pikir aku marah pada mereka yang mengejekku. Tapi ternyata salah. Aku marah karena ejekan mereka padaku itu benar, memang begitu apa adanya. Mungkin jika ejekan mereka itu tidak sesuai denganku, aku biasa aja. Aku marah pada diriku sendiri, iya memang begitu. Aku merasa tersinggung, karena aku kecewa pada keadaan diriku, kenapa mesti bisa seperti itu, seperti yang mereka katakan.
Seharusnya aku berterimakasih kepada mereka yang mengejekku, karena mereka mengingatkanku tentang kekuranganku. Bukannya malah marah. Aku berusaha tegar selama ini, tapi aku tidak mau berubah. Itu sama saja. Tapi realita memang susah, apalagi untukku yang masih labil ini. Tapi aku yakin waktu bisa merubahku menjadi lebih dewasa, dibandingkan sekarang ini J

Yogyakarta, 11 Juni 2012
Dalam masa duka cita yang mendalam, atas meninggalnya salah satu anggota keluargaku, teman sekolah, teman satu angkatan, teman satu pleton Gaparci, satu kepanitiaan, satu dari sekian banyak orang yang telah menginspirasiku, terutama untuk menulis seperti ini
Pradhikta Arya Sulistyo / Hanang
Pada hari Minggu, tanggal 10 Juni 2012
Tulisan ini, sumber inspirasinya adalah darimu
Semoga bisa menginspirasi banyak orang nantinya
Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
Amiin ya Rabbal alamin