Aku marah, karena mereka semua selalu mengejekku.
Jika temanku mengejekku, aku selalu
merasa tersinggung. Awalnya aku pikir aku marah pada mereka yang mengejekku.
Tapi ternyata salah. Aku marah karena ejekan mereka padaku itu benar, memang
begitu apa adanya. Mungkin jika ejekan mereka itu tidak sesuai denganku, aku
biasa aja. Aku marah pada diriku sendiri, iya memang begitu. Aku merasa
tersinggung, karena aku kecewa pada keadaan diriku, kenapa mesti bisa seperti
itu, seperti yang mereka katakan.
Seharusnya aku berterimakasih
kepada mereka yang mengejekku, karena mereka mengingatkanku tentang
kekuranganku. Bukannya malah marah. Aku berusaha tegar selama ini, tapi aku
tidak mau berubah. Itu sama saja. Tapi realita memang susah, apalagi untukku
yang masih labil ini. Tapi aku yakin waktu bisa merubahku menjadi lebih dewasa,
dibandingkan sekarang ini J
Yogyakarta, 11 Juni 2012
Dalam masa duka cita yang mendalam, atas meninggalnya salah
satu anggota keluargaku, teman sekolah, teman satu angkatan, teman satu pleton
Gaparci, satu kepanitiaan, satu dari sekian banyak orang yang telah
menginspirasiku, terutama untuk menulis seperti ini
Pradhikta Arya Sulistyo / Hanang
Pada hari Minggu, tanggal 10 Juni 2012
Tulisan ini, sumber inspirasinya adalah darimu
Semoga bisa menginspirasi banyak orang nantinya
Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu tempat
yang terbaik di sisi Allah SWT.
Amiin ya Rabbal alamin
No comments:
Post a Comment