Kalau Anda sedang berkendara di
jalan Kaliurang di Jogja pada jam-jam pulang kantor, sekitar jam 4 sampai setengah 6 sore, jangan kaget kalau
mulai dari perempatan selokan mataram ke utara, macetnya bukan main. Begitu
banyak kendaraan di jalan itu, dan bakal makin parah bila dari arah kanan atau kiri ada motor atau mobil yang mau menyeberang.
Tetapi bagi yang sudah biasa lewat situ di sore hari saat pulang mungkin sudah bukan masalah lagi. Ada triknya biar bisa cepat. Bagaimana caranya? Lewat jalur kanan men! (Bagi yang belum berpengalaman jangan
ditiru. Walau punya SIM tapi belum berpengalaman, juga jangan ditiru!)
Tentu
saja lewat jalur kanan atau sedikit mengambil jalan motor dan
mobil yang datang berlawanan arah itu sangat beresiko. Oh iya, saya kalau pergi naik motor. Jadi wajar kalau suka nyelonong lewat jalur kanan. Kalau
pakai mobil? Ya sudah, siap-siap terjebak macet di situ, haha.
Oh iya,
jalur kanan yang saya maksud di sini bukan jalur kanan untuk yang mendahului. Tapi jalur kanan yang saya maksud adalah jalan yang berada
di kanan garis pembatas jalan, atau dengan kata lain “sedikit” mengambil jalan
yang dipakai oleh kendaraan-kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Jadi istilahnya kita agak “mlipir” atau melawan arah sedikit hehe.
Tadi,
saat saya pulang lewat jalan kaliurang, seperti biasanya jalan itu begitu
padat. Lalu dengan modal pede dan pengalaman,
saya lewat jalur kanan. Saat saya lewat jalur kanan itu, saya tiba-tiba
terpikir suatu hal. Jika saya memilih untuk berada di jalur kiri yang aman-aman
saja dan beresiko kecil, maka saya hanya bisa pelan di sana karena daerah jalur
kiri begitu padat dan hasilnya saya akan membuang-buang waktu saja. Sedangkan
tadi saat saya berhasil lewat jalur kanan supaya lebih cepat, maka saya bisa
menghemat waktu saya. Ya walaupun saya mengambil resiko yang tidak kecil bahwa
saya akan tersrempet mobil atau motor lain dari arah berlawanan.
Ternyata,
cerita di atas ada hubungannya sama kelangsungan hidup kita. Bila kita senantiasa
berada di zona nyaman kita, yang mungkin nyaris tanpa resiko, kita mungkin akan
ketinggalan oleh orang-orang yang selalu berani untuk mengambil resiko, atau
orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman mereka. Seperti halnya cerita
saya tadi. Jika saya tadi itu berada di jalur kiri tanpa mengambil resiko, saya
mungkin akan terjebak sekitar setengah jam di jalan kaliurang itu. Tetapi
karena tadi saya berani untuk mengambil resiko dengan melalui jalur kanan, saya
berhasil melewati kemacetan di jalan itu kurang lebih sekitar 10-15 menit.
Mungkin
memang meninggalkan zona aman itu terasa sangat berat dan sangat menakutkan.Tapi dari buku-buku orang sukses atau orang terkenal yang saya baca, tidak
ada satupun dari mereka yang bercerita bahwa mereka sukses karena senantiasa
berada di zona nyaman. Mereka berani mengambil resiko, dan mereka semua pasti
pernah gagal. Tetapi mereka tidak lantas menyerah begitu saja. Mereka bangkit
kembali, dan siap berperang lagi.
Cerita
saya tentang berkendara di jalur lalu lintas itu jangan Anda telan
MENTAH-MENTAH! Karena maksud saya menggunakan cerita itu hanya sebagai
perumpamaan saja. Saya terinspirasi dari cerita itu. Saya pun saat malas
ataupun kondisi memang tidak memungkinkan tidak akan mengambil jalur kanan yang
beresiko tinggi juga. Lagipula, saya lewat jalur kanan itu kalau saya memang
dalam kondisi yang sangat kepepet. Apalagi ini masalah berkendara, yang
menyangkut nyawa Anda! Jangan lupakan SAFETY RIDING yang harus selalu kita jaga
di jalanan, karena nyawa Andalah taruhannya. So, keep SAFETY RIDING !
