Friday, September 28, 2012

Jalur Kanan Yang Penuh Resiko atau Jalur Kiri Yang Nyaman ?


Kalau Anda sedang berkendara di jalan Kaliurang di Jogja pada jam-jam pulang kantor, sekitar jam 4 sampai setengah 6 sore, jangan kaget kalau mulai dari perempatan selokan mataram ke utara, macetnya bukan main. Begitu banyak kendaraan di jalan itu, dan bakal makin parah bila dari arah kanan atau kiri ada motor atau mobil yang mau menyeberang. Tetapi bagi yang sudah biasa lewat situ di sore hari saat pulang mungkin sudah bukan masalah lagi. Ada triknya biar bisa cepat. Bagaimana caranya? Lewat jalur kanan men! (Bagi yang belum berpengalaman jangan ditiru. Walau punya SIM tapi belum berpengalaman, juga jangan ditiru!)

                Tentu saja lewat jalur kanan atau sedikit mengambil jalan motor dan mobil yang datang berlawanan arah itu sangat beresiko. Oh iya, saya kalau pergi naik motor. Jadi wajar kalau suka nyelonong lewat jalur kanan. Kalau pakai mobil? Ya sudah, siap-siap terjebak macet di situ, haha.

                Oh iya, jalur kanan yang saya maksud di sini bukan jalur kanan untuk yang mendahului. Tapi jalur kanan yang saya maksud adalah jalan yang berada di kanan garis pembatas jalan, atau dengan kata lain “sedikit” mengambil jalan yang dipakai oleh kendaraan-kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Jadi istilahnya kita agak “mlipir” atau melawan arah sedikit hehe.

                Tadi, saat saya pulang lewat jalan kaliurang, seperti biasanya jalan itu begitu padat. Lalu dengan modal pede dan pengalaman, saya lewat jalur kanan. Saat saya lewat jalur kanan itu, saya tiba-tiba terpikir suatu hal. Jika saya memilih untuk berada di jalur kiri yang aman-aman saja dan beresiko kecil, maka saya hanya bisa pelan di sana karena daerah jalur kiri begitu padat dan hasilnya saya akan membuang-buang waktu saja. Sedangkan tadi saat saya berhasil lewat jalur kanan supaya lebih cepat, maka saya bisa menghemat waktu saya. Ya walaupun saya mengambil resiko yang tidak kecil bahwa saya akan tersrempet mobil atau motor lain dari arah berlawanan.

                Ternyata, cerita di atas ada hubungannya sama kelangsungan hidup kita. Bila kita senantiasa berada di zona nyaman kita, yang mungkin nyaris tanpa resiko, kita mungkin akan ketinggalan oleh orang-orang yang selalu berani untuk mengambil resiko, atau orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman mereka. Seperti halnya cerita saya tadi. Jika saya tadi itu berada di jalur kiri tanpa mengambil resiko, saya mungkin akan terjebak sekitar setengah jam di jalan kaliurang itu. Tetapi karena tadi saya berani untuk mengambil resiko dengan melalui jalur kanan, saya berhasil melewati kemacetan di jalan itu kurang lebih sekitar 10-15 menit.

                Mungkin memang meninggalkan zona aman itu terasa sangat berat dan sangat menakutkan.Tapi dari buku-buku orang sukses atau orang terkenal yang saya baca, tidak ada satupun dari mereka yang bercerita bahwa mereka sukses karena senantiasa berada di zona nyaman. Mereka berani mengambil resiko, dan mereka semua pasti pernah gagal. Tetapi mereka tidak lantas menyerah begitu saja. Mereka bangkit kembali, dan siap berperang lagi.

                Cerita saya tentang berkendara di jalur lalu lintas itu jangan Anda telan MENTAH-MENTAH! Karena maksud saya menggunakan cerita itu hanya sebagai perumpamaan saja. Saya terinspirasi dari cerita itu. Saya pun saat malas ataupun kondisi memang tidak memungkinkan tidak akan mengambil jalur kanan yang beresiko tinggi juga. Lagipula, saya lewat jalur kanan itu kalau saya memang dalam kondisi yang sangat kepepet. Apalagi ini masalah berkendara, yang menyangkut nyawa Anda! Jangan lupakan SAFETY RIDING yang harus selalu kita jaga di jalanan, karena nyawa Andalah taruhannya. So, keep SAFETY RIDING !

1 comment: