Saturday, December 29, 2012

Luka Hasil Sikutan Tangan

Sekarang aku mau bercerita tentang mood yang rusak, karena sebuah luka kecil.

Beberapa hari yang lalu, aku menemukan sebuah lapangan basket di dekat rumahku bersama temanku. Tidak pakai lama, maka aku segera mengajak temanku yang lain untuk bermain disana beberapa hari setelah itu.

Keesokan harinya, ternyata begitu sampai di sana, ada beberapa orang yang sedang ikut bermain di sana. Ada bapak dan anak yang sedang bermain bersama, dan mereka terlihat bahagia. Ada juga seorang anak, mungkin seumuran denganku yang bermain sendirian di ring satunya. Maka tanpa ragu aku dan temanku ikut bermain di lapangan itu. Akhirnya aku bersama temanku dan masnya yang sudah bermain sejak lama tadi, bermain satu lawan dua.

Damn! Ternyata dia sangat hebat, kalau bicara masalah speed dan drive. Belakangan aku ketahui dia bernama Wisnu dan sekolah di SMA 3 Solo, dan sekarang dia datang ke jogja dalam rangka berlibur di rumah eyangnya. Luka yang akan aku bahas disini kudapat dari hasil sikutan tangannya, yang membuat liburanku terasa agak menyebalkan.

Yah, liburanku sekarang ini terasa agak menyebalkan karena luka yang aku derita di bibir dalam, hasil dari sikutan yang mengakibatkan bibirku tergores gigi. Sampai sekarang masih perih rasanya, dan aku sudah menghajarnya dengan dua kali menggunakan albothyl. Tapi tetap saja, rasa perihnya tetap sama.

Yak dan adzan Ashar sudah berkumandang, mari kita Sholat dahulu! Sekalian berdoa supaya luka ini segera sembuh dan mood kembali membaik

Wednesday, December 12, 2012

Jomblo-Angker Atau Tidak ?

Jomblo - Itu merupakan kata yang begitu angker di kalangan para anak muda sekarang. Tetapi, justru sebagian orang yang punya pacar iri pada teman-temannya yang jomblo yang bebas kemanapun dan kapanpun. Apalagi bebas dari sms si doi dan tuntutan untuk harus membalasnya, walau kadang pulsa sudah habis.

Ironisnya, para jomblowan dan jomblowati justru banyak yang ingin sesegera mungkin meninggalkan status "jomblo " mereka. Mereka ini selalu mengeluh atas malam minggu mereka yang senantiasa ditemani dengan teman, bukan dengan kekasih. Padahal di saat yang sama, mereka-mereka yang sudah punya pasangan ingin pergi dengan teman-teman mereka di malam minggu.

Para jomblo ini, juga sering mengeluh bila hp mereka sedang sepi. Biasanya, mereka selalu memainkan buka-tutup kunci hp mereka dan berharap ada sms yang masuk. Lalu,begitu hp menunjukkan ada sms yang masuk,senangnya bukan main. Tetapi begitu dibuka,justru sms berasal dari operator. Kalau sudah seperti ini, siapa yang patut disalahkan? Apa operator patut disalahkan?

Memang, dunia ini memang aneh. Disaat kita punya pacar, adakalanya kita menginginkan kebebasan yang dimiliki para jomblo. Tetapi di saat kita menjomblo, seringkali kita membayangkan kenikmatannya pacaran seperti yang dirasakan oleh teman-teman kita yang sudah beruntung. Sering ada teman yang sebenarnya sudah punya pacar tapi suka curhat bahwa dia itu agak iri sama temen-temennya yang single dan bebas di malam minggu. Sedangkan di sisi lain hampir tiap hari kami para kaum jomblo mengeluhkan status jomblo kami, wuahaha. Memang yang namanya jomblo itu bisa menjadi bahan tertawaan buat diri sendiri =))


Emang apa yang salah dari jomblo sih bro? Nggak ada yang salah kan? Kecuali kalau status jomblo Anda itu  didapatkan karena nasib hahaha.

Justru ada yang mengartikan jomblo adalah sendiri karena nasib, sedangkan single adalah sendiri karena pilihan. Tapi tentu saja tidak ada yang mau menjadi forever single, karena cowok gak bisa hidup tanpa cewek begitu juga sebaliknya, hahaha.

So, kesimpulannya itu adalah . . tidak ada salahnya menjadi seorang jomblo kan?! Mungkin kita terpaksa jomblo karena sedang sibuk persiapan ujian sekolah . Atau mungkin kita jomblo karena suatu alasan lain. Lagian jomblo itu lebih enak daripada punya pacar, lebih mudah curi-curi pandang ke cewek-cewek cantik,hahahaha. Becanda sob =)

Friday, October 12, 2012

Doaku - Puisiku - Harapanku


Doaku - Puisiku- Harapanku

Sayang
Kau tahu apa yang ku khawatirkan
Sedihku tiap hari
Pikiranku yang melayang tiap saat
Hanya karena kau
Ketidakberdayaanmu sekarang ini
Tuhan tahu yang terbaik
Aku percaya itu
Begitu juga kau
Tapi adakalanya bukan
Saat kecemasan menang
Karena tak ada yang menjadi lebih baik
Aku selalu berdoa
Kaupun begitu
Merekapun begitu
Berharap yang terbaik
Yang akan terjadi pada akhirnya
Setelah semua ini
                                Jangan putus harapan
                                Jangan terpengaruh cuma karena ini
                                Kau kuat
                                Kau hebat
                                Aku percaya
Tuhan Maha Pengasih

Saturday, October 6, 2012

Jurusan Berdasar Tipe Manusia


Menurut teori kepribadian yang dikemukakan oleh John Holland. Tipe kepribadian manusia dibagi menjadi 6 tipe, yaitu :


   ·            Tipe Realistis
Orang yang bertipe realistis cenderung menikmati kegiatan-kegiatan di luar rumah/outdoor. Mereka adalah tipe orang yang senang bekerja di lapangan dengan mesin, peralatan, barang, dll. Mereka cenderung lebih suka mengandalkan keterampilan-keterampilan yang melibatkan mesin dan alat atau yang bersifat manual menggunakan tangal. Mereka adalah tipe orang praktis dan konservatif. Jurusan yang sesuai dengan kategori ini antara lain :
Teknik Elektro, Teknik Komputer, Matematika/Statistika, Ilmu Fisika, Teknik Pertanian, Teknik Sipil, Ilmu Biologi, Teknik Kimia, Teknik Mekanika, dan lain-lain.


   ·            Tipe Investigatif
Mereka ini cenderung senang bekerja secara mandiri dan pada lingkup kognitif, Mereka senang menganalisis gagasan-gagasan, masalah-masalah, atau isu-isu yang sedang panas. Mereka ini cenderung kuat pada bidang Sains dan Matematika. Jurusan yang sesuai dengan kategori ini antara lain :
Teknik Pertanian, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Matematika, Ilmu Kimia, Ilmu Komputer, Ilmu Biologi, Ilmu Fisika, Sosiologi, Farmasi, Geologi, Ilmu Ekonomi, Teknologi Kedokteran, dll.


   ·            Tipe Artistik
Dari namanya saja sudah ketahuan kalau orang yang berada di tipe ini cenderung memiliki bakat seni yag kuat. Mereka adalah orang-orang yang kreatif, tidak terstruktur/berpikir acak, imajinatif, dll. Mereka tertarik pada berbagai seni baik seni musik, sastra, melukis, dll. Mereka suka menghindari sesuatu yang berpola/rutinitas yang biasa pada umumnya.Jurusan yang sesuai dalam tipe ini :
Bahasa Asing, Seni Pertunjukan. Filsafat, Seni Tari, Musik, Jurnalistik, Arsitektur, dll.


   ·            Tipe Sosial
Orang yang ada pada tipe ini biasanya adalah mereka yang suka berada di tengah-tengah orang lain, atau bersama dengan orang lain. Mereka suka menolong orang lain, memiliki empati dan pemahaman yang mendalam terhadap orang lain. Mereka cenderung menghindari pekerjaan yang bersifat teknis (berkaitan dengan seni terapan atau mesin-mesin) dan kegiatan yang melibatkan alat-alat mesin. Jurusan yang sesuai dengan tipe ini :
Ilmu Politik, Psikologi, Keuangan, Filsafat, Pendidikan, Pemasaran, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Public Relations, dll.



   ·            Tipe Usahawan/Enterprising 
Beda halnya dengan orang tipe investigatif, tipe usahawan justru senang memimpin dan mempengarruhi orang lain. Tipe usahawan menghindari pekerjaan –pekerjaan yang membutuhkan observasi dan ketelitian mendalam. Orang dengan tipe usahawan biasanya enerjik, ambisius dan bisa bersosialisasi.Jurusan yang sesuai dengan tipe ini :
Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, Kebijakan Publik, Teknik Industri, Jurnalistik, Pendidikan, Manajemen, dll.

   ·            Tipe Konvensional
Orang yang termasuk dalam kategori tipe konvensional adalah mereka yang suka segala sesuatu yang terstruktur dan tertata rapi, berbeda dengan orang tipe artistik. Mereka suka mengikuti prosedur. Kemampuan verbal dan numerik mereka cenderung kuat. Mereka suka dengan rutinitas yang tertata dan mapan. Jurusan yang sesuai dengan tipe ini :
Akuntansi, Manajemen, Pendidikan, Pemasaran, dll.

Sumber : berbagai sumber diolah ulang

Friday, September 28, 2012

Jalur Kanan Yang Penuh Resiko atau Jalur Kiri Yang Nyaman ?


Kalau Anda sedang berkendara di jalan Kaliurang di Jogja pada jam-jam pulang kantor, sekitar jam 4 sampai setengah 6 sore, jangan kaget kalau mulai dari perempatan selokan mataram ke utara, macetnya bukan main. Begitu banyak kendaraan di jalan itu, dan bakal makin parah bila dari arah kanan atau kiri ada motor atau mobil yang mau menyeberang. Tetapi bagi yang sudah biasa lewat situ di sore hari saat pulang mungkin sudah bukan masalah lagi. Ada triknya biar bisa cepat. Bagaimana caranya? Lewat jalur kanan men! (Bagi yang belum berpengalaman jangan ditiru. Walau punya SIM tapi belum berpengalaman, juga jangan ditiru!)

                Tentu saja lewat jalur kanan atau sedikit mengambil jalan motor dan mobil yang datang berlawanan arah itu sangat beresiko. Oh iya, saya kalau pergi naik motor. Jadi wajar kalau suka nyelonong lewat jalur kanan. Kalau pakai mobil? Ya sudah, siap-siap terjebak macet di situ, haha.

                Oh iya, jalur kanan yang saya maksud di sini bukan jalur kanan untuk yang mendahului. Tapi jalur kanan yang saya maksud adalah jalan yang berada di kanan garis pembatas jalan, atau dengan kata lain “sedikit” mengambil jalan yang dipakai oleh kendaraan-kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Jadi istilahnya kita agak “mlipir” atau melawan arah sedikit hehe.

                Tadi, saat saya pulang lewat jalan kaliurang, seperti biasanya jalan itu begitu padat. Lalu dengan modal pede dan pengalaman, saya lewat jalur kanan. Saat saya lewat jalur kanan itu, saya tiba-tiba terpikir suatu hal. Jika saya memilih untuk berada di jalur kiri yang aman-aman saja dan beresiko kecil, maka saya hanya bisa pelan di sana karena daerah jalur kiri begitu padat dan hasilnya saya akan membuang-buang waktu saja. Sedangkan tadi saat saya berhasil lewat jalur kanan supaya lebih cepat, maka saya bisa menghemat waktu saya. Ya walaupun saya mengambil resiko yang tidak kecil bahwa saya akan tersrempet mobil atau motor lain dari arah berlawanan.

                Ternyata, cerita di atas ada hubungannya sama kelangsungan hidup kita. Bila kita senantiasa berada di zona nyaman kita, yang mungkin nyaris tanpa resiko, kita mungkin akan ketinggalan oleh orang-orang yang selalu berani untuk mengambil resiko, atau orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman mereka. Seperti halnya cerita saya tadi. Jika saya tadi itu berada di jalur kiri tanpa mengambil resiko, saya mungkin akan terjebak sekitar setengah jam di jalan kaliurang itu. Tetapi karena tadi saya berani untuk mengambil resiko dengan melalui jalur kanan, saya berhasil melewati kemacetan di jalan itu kurang lebih sekitar 10-15 menit.

                Mungkin memang meninggalkan zona aman itu terasa sangat berat dan sangat menakutkan.Tapi dari buku-buku orang sukses atau orang terkenal yang saya baca, tidak ada satupun dari mereka yang bercerita bahwa mereka sukses karena senantiasa berada di zona nyaman. Mereka berani mengambil resiko, dan mereka semua pasti pernah gagal. Tetapi mereka tidak lantas menyerah begitu saja. Mereka bangkit kembali, dan siap berperang lagi.

                Cerita saya tentang berkendara di jalur lalu lintas itu jangan Anda telan MENTAH-MENTAH! Karena maksud saya menggunakan cerita itu hanya sebagai perumpamaan saja. Saya terinspirasi dari cerita itu. Saya pun saat malas ataupun kondisi memang tidak memungkinkan tidak akan mengambil jalur kanan yang beresiko tinggi juga. Lagipula, saya lewat jalur kanan itu kalau saya memang dalam kondisi yang sangat kepepet. Apalagi ini masalah berkendara, yang menyangkut nyawa Anda! Jangan lupakan SAFETY RIDING yang harus selalu kita jaga di jalanan, karena nyawa Andalah taruhannya. So, keep SAFETY RIDING !

Wednesday, August 22, 2012

"Menulis Sekarang Beda Daripada Dulu" -Eyang Mur


“Menulis di jaman sekarang itu beda daripada dulu. Kalau dulu, sekali salah ngetik nggak bisa dihapus. Harus diulang semuanya, kan masih pakai mesin ketik. Kalau sekarang sih lebih gampang, ada komputer”, terang Eyang Mur, adik dari eyangku yang sekarang biasa menulis di salah satu kolom koran di Solo.

Mungkin memang suatu kesempatan yang jarang aku, ayahku dan omku dapat. Kami semua mendapat kuliah umum tentang “menulis” dari seorang penulis secara langsung! Di forum dadakan ini, kami mendapatkan banyak pencerahan tentang apa itu sebenarnya menulis.

“Menulis di kolom koran itu juga berbeda daripada menulis di Internet. Kalau di Internet, pertanggungjawabannya kan hampir tidak ada. Sedangkan kalau salah sedikit saja menulis di koran, kita bisa kena tuntutan dan nantinya kita yang repot sendiri” terang beliau.

“Lalu, seorang penulis itu juga harus kaya akan kosakata atau istilah-istilah. Kalau penulis yang kosakatanya luar biasa hebat itu contohnya N.H. Dini. Beliau tahu banyak istilah-istilah. Contohnya menulis di koran itu kan rentan terkena tuntutan orang. Jadi kalau mau mengkritik biasanya kita pakai istilah, jadi bukan mengejek secara langsung tapi lewat sindiran. Sindiran juga bisa lewat media lain kayak puisi atau gambar”, tambah beliau lagi.

Eyang Mursito


Waktu forum dadakan itu, ternyata yang lagi beruntung adalah omku. Ia mendapatkan bukunya yang baru muncul dengan judul “Transisi Demokrasi”, sebuah buku kesaksian lengkap dengan tanda tangan si penulis, Wow ! Hahaha. Awalnya omku hanya bertanya beberapa hal tentang menulis, eh tapi ujung-ujungnya malah dapat buku karya Eyang Mur. Sudah dapat ilmu, dapat rejeki pula.

Ada satu bahasan lagi dari Eyang Mur tentang menulis, yaitu seputar “Alinea”. Kata beliau, kalau kita kehabisan ide untuk menulis itu kadang karena kita tidak paham betul apa arti dari alinea. Umumnya, satu alinea kan mengandung satu pokok bahasan. Jadi ada kalimat utama dan penjelas. Kalimat utama misalnya seperti “Tadi pagi Adikku berenang” lalu kalimat penjelasnya yang menjelaskan kalimat utama itu. Entah menjelaskan dimana adik tadi berenang, siapa saja yang ikut bersama adikku itu, bagaimana suasana saat adikku berenang, dan sebagainya. Tetapi, kebanyakan sekarang satu alinea itu mengandung lebih dari satu bahasan. Sehingga di satu alinea itu malah bisa jadi semua bahasan dituangkan di situ tanpa pembahasan, sehingga bahan yang akan ditulis pun akan habis. Itulah salah satu hal yang terkadang menyebabkan kita kehabisan bahan di dalam menulis. Begitulah menurut beliau tentang alinea itu sendiri.

Oh iya nyaris kelupaan. Beliau juga menerangkan bahwa membaca itu sebenarnya memperkaya kosakata kita dan meningkatkan kemampuan kita di dalam berkomunikasi. Seberapa sering orang membaca buku itu bisa dilihat dari cara dan bahasanya di dalam berkomunikasi. Makanya kalau ada orang yang tanya ke kita apa gunanya membaca banyak buku, ya tentu saja berguna. Salah satunya adalah menambah wawasan kita.

Satu pesan dari beliau yang tidak bisa dilupakan : “Semua itu kalau kita tekun nanti pasti akhirnya sukses kok. Kerja keras dan disiplin” . Seperti pepatah kesayangan, Man Jadda Wajada, siapa yang berusaha maka Ia akan mendapatkan. Jadikan pepatah ini pegangan!

Oh iya, eyang Mur ini bukan eyangku secara langsung. Tapi adiknya eyangku dari ibuku. Kebetulan beliau juga seorang dosen di salah satu PTN terkemuka di Solo.

Thursday, August 16, 2012

Menulis - Teman Curhat Kedua




Remaja sekarang bawaannya galau. Biasanya kalau banyak teman kita yang galau, kita jadi ikut-ikutan galau. Setelah diselidiki, ternyata galau remaja adalah virus akut yang menular! Makanya hati-hati mulai sekarang kalau sama remaja galau yang menye.

Wajar jika seorang remaja sering curhat kepada seseorang yang Ia percaya. Memang, masa remaja adalah masa yang paling banyak dipenuhi masalah-masalah entah cinta, nilai, orangtua, teman dan lain-lain. Tapi, mari kuperkenalkan teman curhatku yang kedua. Namanya itu menulis.

                Aku menulis sudah sejak beberapa bulan dulu. Apa yang aku tulis adalah kejadian-kejadian menarik yang kualami. Sebenarnya bukan diary, tapi lebih ke buku catatan kejadian-kejadian yang penting.

                Kenapa menulis menjadi teman curhatku yang kedua? Karena di situ, aku benar-benar bisa dan bebas mengungkapkan emosiku dengan kata-kata. Tentunya perasaan kita akan lega setelah kita mengeluarkan emosi kita seperti marah dan menangis contohnya. Bedanya, di menulis ini kita mengeluarkan emosi kita dengan kata-kata.

                Mungkin bagi yang baru memulai, begitu Ia selesai menulis maka Ia akan malu membaca ulang tulisannya. Jujur, aku seperti itu dulu. Tapi ternyata menyenangkan juga rasanya menulis seperti ini. Perasaan lega, sekalian latihan menulis dan juga nanti siapa tahu 10 tahun ke depan kita masih bisa membaca tulisan kita sekarang ini. Aku yakin, waktu itu kita akan mentertawakan tulisan kita itu atau mengagumi kedewasaan kita yang sudah ada sekarang ini. “Ternyata aku dulu konyol seperti ini ya”. “Ternyata pas aku masih umur sekian, aku sudah bisa berkata seperti ini” . Masih banyak lagi kata-kata yang mungkin akan keluar di benak kita jika saat kita sudah dewasa ini nanti, kita membaca tulisan kita sekarang ini.

                Tak ada salahnya mencoba menulis. Siapa tahu ternyata kamu berbakat menyusun kata-kata indah yang bisa membuat orang takjub diam seribu kalimat. Yuk, mari budayakan menulis berbagai hal yang baik J

Wednesday, July 4, 2012

Orang Hebat

ORANG HEBAT
Definisinya orang hebat itu apa sih sebenernya ? Aku sendiri nggak tahu. Tapi aku yakin, orang hebat itu nggak pernah buang-buang waktu yang dia miliki. Aku percaya, orang hebat itu jarang mengedepankan emosi, karena dia bisa berpikir. Dan aku tahu, orang hebat itu pasti bisa memahami perasaan orang lain. Ia nggak pernah berprasangka buruk ke orang lain, malahan justru selalu melihat orang lain dari segi positif. Wah, hebat ya yang namanya orang hebat itu ternyata. Tiap orang kan punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda? Iya, tapi kalo mereka nggak hebat di dalam memanfaatkan kelebihan mereka itu percuma dong. Let’s pray suatu hari nanti kita bisa seperti itu secara konsisten, amin.

Thursday, June 14, 2012

Globalisasi?


Postingan kali ini, bakal ngomongin tentang apa yang suka aku pikirin sekarang. Temanya : BUDAYA !
Berkaitan dengan demam kekoreaan, kita bisa lihat banyak banget boyband dan girlband bermunculan di Indonesia. Boyband dan girlband kekoreaan asal Indonesia itu meniru gaya, pakaian dan mungkin lagu-lagu dari boyband dan girlband korea. Sekilas biasa aja, namanya juga globalisasi. Kebanyakan orang berpikir begitu. Tapi jadi kepikiran, coba lihat 10-15 tahun lagi, sudah kayak apa sih Negara kita ini ?



Di saat kita menghapal lagu-lagu korea dan tarian korea itu, kita mungkin justru buta sama budaya bangsa kita sendiri (mungkin yang nulis juga termasuk) . Saat kita mencoba untuk meniru tarian-tarian korea itu, kita justru lupa betapa banyak tarian-tarian adat asli milik bangsa kita sendiri yang perlahan sudah mulai hilang kelestariannya.

Nggak usah jauh-jauh ngomongin adat dari segi tari deh, coba yang lebih simple. Ambillah bahasa, berapa banyak anak-anak muda Jawa tapi yang tinggal di kota yang tidak bisa menggunakan bahasa Jawa ? Mungkin masih ada ya. Tapi siapa tahu, ternyata mereka justru lebih rajin menghapal budaya bangsa lain, mungkin jepang dari lagu-lagunya, animenya. Mungkin juga budaya korea dari lagu-lagunya dan sinetronnya.

Seakan-akan kita dibuat lupa oleh dunia ini siapa kita sebenarnya dan darimana asal kita. Mungkin nasib kita mirip dengan bangsa Jepang, ingin lebih maju sehingga kita lebih membuka diri terhadap bangsa lain. Tapi jangan salah, Jepang memang melakukan pembaruan lewat restorasi Meiji-nya tapi mereka BISA mempertahankan budaya mereka kan walaupun memang sedikit ada yang terkikis. Sedangkan kita ? Mari kita tanyakan ke diri kita sendiri. Sudahkah kita berusaha melestarikan budaya kita sendiri ? Sudahkah kita menikmati lagu-lagu dari daerah kita sendiri ?


Kita semua pasti pernah, ngomong sesuatu tapi nggak sesuai dengan hati kita, ya kan? Tapi kalo udah kebiasa, ya mungkin rasanya bakal biasa aja lama-kelamaan. Ya kayak budaya kita sekarang ini. Awalnya aneh kalo kita berpikir yang namanya globalisasi itu, tapi karena kita udah biasa menerima suatu budaya yang baru dari luar ya kita bakal terima aja. Karena mungkin mindset kita sekarang udah kayak gini : “Tirulah apa yang ada di luar negeri sebanyak mungkin, maka kau tidak akan dianggap kampungan” . Sedih, tapi nggak bisa berbuat banyak. Masih pada tahap mencoba berubah dari diri sendiri.
14 Juni 2012


Tuesday, June 12, 2012

Teman-temanku



Aku benar-benar bersyukur, di masa sma ini. Aku bertemu teman-temanku semuanya. Mereka itu, menurutku mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka tiap hari menginspirasiku, tanpa henti. Aku bahagia, bisa sekolah bersama mereka semua. Mereka semua keluarga keduaku, pendukungku, dan penyemangatku. Tanpa mereka semua, aku tidak akan bisa seperti sekarang ini.

Mereka mengajariku apa itu semangat, kerja keras, berani, pantang menyerah, kebersamaan, kasih sayang. Mungkin kalo kamu baca kalimat barusan itu, kalimat itu bullshit banget rasanya, kalimat murahan dan pasaran. Tapi mau gimana lagi, memang itu yang kudapatkan di sma ini. Aku sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya. Mungkin kamu mau nambahin kalimatku tadi dengan kata-katamu biar kalimat itu jadi lebih baik ?

Aku cuma takut aja, aku mengakhiri masa sma ini sebelum aku menjadi seorang yang dewasa. Tapi bukan dewasa yang kolot, malah dewasa yang asyik, gaul, supel, seru dll.

Aku khawatir, aku bakalan segera mengakhiri masa sma ini. Aku nggak tahu, gimana caranya aku ngadepin dunia luar tanpa teman-temanku sekarang ini.

Aku bukan lebay, bagi kamu yang mikir aku lebay. Tapi memang ini yang pengen aku tulis. Terus buat yang udah pernah ngerasaiin perasaan kayak gini terus ngeremehin aku, hei aku pengen tanya ke kamu. Kamu pernah di posisiku, dan aku sekarang ada di posisimu beberapa waktu lalu, fair kan? Thanks buat yang ngeappreciate tulisan ini J

11/04/2012

Aku marah




Aku marah, karena mereka semua selalu mengejekku.
Jika temanku mengejekku, aku selalu merasa tersinggung. Awalnya aku pikir aku marah pada mereka yang mengejekku. Tapi ternyata salah. Aku marah karena ejekan mereka padaku itu benar, memang begitu apa adanya. Mungkin jika ejekan mereka itu tidak sesuai denganku, aku biasa aja. Aku marah pada diriku sendiri, iya memang begitu. Aku merasa tersinggung, karena aku kecewa pada keadaan diriku, kenapa mesti bisa seperti itu, seperti yang mereka katakan.
Seharusnya aku berterimakasih kepada mereka yang mengejekku, karena mereka mengingatkanku tentang kekuranganku. Bukannya malah marah. Aku berusaha tegar selama ini, tapi aku tidak mau berubah. Itu sama saja. Tapi realita memang susah, apalagi untukku yang masih labil ini. Tapi aku yakin waktu bisa merubahku menjadi lebih dewasa, dibandingkan sekarang ini J

Yogyakarta, 11 Juni 2012
Dalam masa duka cita yang mendalam, atas meninggalnya salah satu anggota keluargaku, teman sekolah, teman satu angkatan, teman satu pleton Gaparci, satu kepanitiaan, satu dari sekian banyak orang yang telah menginspirasiku, terutama untuk menulis seperti ini
Pradhikta Arya Sulistyo / Hanang
Pada hari Minggu, tanggal 10 Juni 2012
Tulisan ini, sumber inspirasinya adalah darimu
Semoga bisa menginspirasi banyak orang nantinya
Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan memberikanmu tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
Amiin ya Rabbal alamin

Saturday, January 28, 2012

Love

Berbagai kata "Aku cinta kamu" dalam bahasa lain antara lain sebagai berikut: I love you, aishiteru, wo aini, Je amoy ( kalo gak salah tulisannya gitu) dll. Semuanya berkutat pada satu hal, CINTA . Tapi cinta nggak bermakna sesempit itu, ya nggak sih?

Kebanyakan orang bilang cinta itu indah. Beda sama orang yang habis putus. Katanya, cinta itu menyakitkan. Nggak salah sih, soalnya cinta itu emang luas banget dah. Cinta masalah cewek, cinta pekerjaan, atau cinta temen-temen, cinta lain-lain. Nah loh bingung kan -___-"

Cinta itu kebutuhan, kalo MENURUTKU loh. Kok bisa kebutuhan ? Soalnya nggak ada cinta nggak bakalan ada kehidupan, ya nggak ? Nggak ada cinta, dunia bakal perang terus karena dimana-mana banyak terjadi pertentangan. Nggak ada cinta, seorang ibu tidak akan mau mengurus anaknya. Nggak ada cinta, seorang cowok nggak bakal rela njemput ceweknya hujan-hujanan, Hehehe.

Cinta itu muncul dari kebiasaan, katanya pepatah Jawa. Witing tresno jalaran saka kulina . Karena kita terbiasa melakukannya, atau terbiasa bersama seseorang , kita jadi cinta pada hal-hal tersebut. Beda kalo ngomong masalah TERTARIK. Kita ngelihat cewek cantik, kita tertarik dan jadi penasaran sama dia terus pengen ndeketin dia. Itu bukan cinta , itu naksir namanya. Ya Kan ?

Itulah sekilas tentang cinta di mataku. Sesuatu yang suci, murni , asli. Seperti lirik lagunya Kuil Cinta karya band Slank. Sekali lagi, jangan salah ngartiin sama naksir atau tertarik loh, beda ! 

Thursday, January 12, 2012

Menikmati Rasa Sakit

Lagi nggak ada kerjaan nih (padahal ada tugas Karya Tulis wajib yang deadlinenya udah lewat, hehe) , blogging aja lah. Well , sekarang mau ngeblog masalah sakit . Masalah apa? SAKIT !

"Duuh , sakiit " , "Aaah nggak enak banget sih rasanya" , "Kapan aku sembuh kalau kayak gini terus" , dan seterusnya adalah omelan-omelan yang keluar dari mulutku tiap hari. Cengeng ? Payah? Pengeluh? Ya soalnya memang SAKIT  men !!!

Sekilas kita Flash Back lagi, coba kalo kata-kata keluhan di atas menjadi,"Enak banget sih ni badan rasanya" atau "Nikmat benar rasanya kalau kayak gini" . Atau mungkin, sejenak kita berhenti mengeluh dan nikmati saja semuanya !

"NIKMATI ??! Apaan coba Reg ? Sakit kok dinikmati ?!" 
Ya itu ajaran bokap gue meen! (Sok bahasa gahool) Dan memang benar loh ternyata, lama-lama aku jadi bisa nikmatin nih semua rasa sakit. Akhirnya, aku sembuh dengan sendirinya . Itu yang paling sering terjadi, padahal aku malah ngelakuiin hal yang harusnya bikin penyakitku makin parah . Contoh : sakit batuk pilek, minum es teh. Lo gak percaya ? BUKTIIN SENDIRI !   

Kalau dari logika memang nggak masuk akal sih. Tapi bisa DIMASUKIN ke akal ! Coba pikir : kalo kita menikmati rasa sakit kita, berarti kita nganggep itu hal yang biasa sebagaimana pas sehat. Sama kayak kita nganggep kalau kita jalan rasanya kayak gimana, kalau kita nguap kayak gimana rasanya. Nah karena kita nganggep seakan kita itu sehat dan bersikap I don't CARE  pada tuh penyakit sialan , waktu terasa cepat dan tak terasa kita udah sehat lagi dah . 

Itu semua sama aja kayak elo pas lagi nonton tv yang asyik, waktu terasa begitu cepat berlalu. Itu karena elo bener-bener menikmati acara televisi itu ! Bandingin sama pas elo lagi di kelas pelajaran sama guru yang hobinya cerita tentang dirinya terus. Waktu terasa begitu lama dan jadi badmood kan pasti? Kayak orang di samping ini.


Nah karena itu, ayo kita sama-sama belajar untuk MENIKMATI rasa sakit kita ini ! Pengobatan ini gratis lo nggak perlu pakai obat, hehehe. Dan jangan berpikir kalau cuma aku sendiri yang berpikir kayak gini. Soalnya aku juga tahu tentang ini dari buku-buku . MASIH NGGAK PERCAYA ? BUKTIIN AJA SENDIRI !





Sunday, January 1, 2012

Life Learnig :)

Dear my brothers and my sisters,

Aku terlahir dan terdidik menjadi anak yang manja, tidak mandiri, pengecut, penakut dan selalu lari dari masalah . Itulah aku, sejak kecil aku terdidik seperti itu. Sampai aku mulai belajar.

Hidup ini tidak adil. Siapa bilang ? Kalau kau bilang hidup ini tidak adil, berarti kau nyalahin Allah dong ? 

Itulah keyakinan yang ku pegang, dan memang benar ternyata . Memang awalnya aku terdidik menjadi anak yang payah . Tapi , beruntung banget aku bertemu dengan teman-teman yang luar biasa !! Di sekolah, aku dituntut untuk menjadi lebih mandiri, inisiatif, berani, bertanggung jawab dan lain-lain. Semua itu karena orang-orang yang aku temui selama ini. Lalu, yang paling aku rasakan adalah saat SMA ini.

SMA, orang-orang mengatakan kalau ini adalah masa yang paling indah. Ternyata memang benar. Tak terasa, aku sudah melewati setengah masa yang menyenangkan ini. Banyak pembelajaran yang aku dapatkan. Masih ingat pepatah," Experience is the best teacher " ?

Pengalaman inilah yang membuatku belajar banyak . Bukan karena guru-gurunya malah, karena aku bukan anak akademis hehe . Tapi karena berbagai peristiwa yang kualami selama ini di masa SMA. Berorganisasi, belajar mengatur waktu, bersosialisasi, menghadapi orang yang menyebalkan, yang kurang ajar, yang pencemburu , dan lain-lain.

So, buat kamu semua yang masih SMA , ayo kita sama-sama enjoy masa SMA ini ! Ini masa paling indah buat kita. Masa kita mendapatkan berbagai pengalaman yang hebat ! Jangan buang waktu untuk kegiatan yang nggak berguna, ayo kita lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan ! 

Last, I just want to tell you, It's a life. Life is wonderful. Life is awesome. Life is great. But remember, without your friend, your life is NOTHING!

SEE YOU SOON!
Life is too short. Learn to laugh. Learn to not take things so seriously. –Joseph Prince