Thursday, December 12, 2013

Jogja Digital Valley - Wadah Baru Industri Digital Kreatif Jogjakarta

                Pertama kali saya mengetahui tempat ini dari situs www.startupbisnis.com di acara Jogja Startup Day. Jogja Digital Valley adalah suatu tempat incubator bisnis dan co-working space yang dibuat oleh Telkom. Istilah kasarnya, ini dibuat oleh Telkom sebagai wadah berkumpulnya pelaku-pelaku Industri Kreatif khususnya di Jogjakarta seperti Game Developer, Web Developer, Designer, Music Creative, Animator dan lain-lain.

                Tempat ini terbuka untuk umum. Untuk mendaftar menjadi member silahkan buka website resminya di www.jogjadigitalvalley.com dan register di sana. Setelah itu silahkan datang ke tempatnya untuk mengkonfirmasi pendaftaran dengan menyerahkan kartu identitas. Kartu member jadi setelah 2 minggu (saat saya menulis ini pun kartu member saya belum jadi).

                Apa saja yang ada di tempat ini? Pertama tentu saja Wifi gratis, hehehe J . Tidak perlu mendaftar menjadi member, anda sudah bisa menggunakan layanan WiFi ini. Datang saja dan menulis buku tamu dan anda akan tahu apa username dan password WiFi yang sedang berlaku hari itu.

                Lalu tempatnya juga cukup nyaman dan suasananya menyenangkan. Bila lapar tinggal pergi ke cafĂ© untuk membeli snack ataupun makanan berat. Adzan sudah berkumandang, musholla tersedia bagi yang ingin menunaikan ibadah sholat. Selain itu fasilitas lain yang ditawarkan oleh Jogja Digital Valley ada Meeting Room, Private Room dan Gadget Room. Kalau tidak salah fasilitas yang ini bisa diakses oleh member dan harus memesan dulu.

                Yang paling penting adalah tempat ini merupakan tempat berkumpulnya para pelaku Industri Kreatif Jogjakarta sehingga kita bisa menambah kenalan ataupun bertukar ilmu dengan mereka semua. Tentunya kita pun bisa mendapatkan banyak inspirasi dari mereka semua.


                Apresiasi yang  tinggi tentu saja saya berikan kepada pihak Telkom yang sudah mendukung Industri Kreatif di Indonesia melalui pembuatan tempat-tempat seperti ini. JDV (Jogja Digital Valley) adalah wadah Industri Kreatif kedua yang didirikan Telkom setelah BDV (Bandung Digital Valley) . Harapan akan berkembangnya Industri Kreatif di Indonesia tentunya akan semakin besar seiring fasilitas-fasilitas seperti ini mulai bermunculan. Hidup Industri Kreatif Indonesia! J

                Foto-foto berikut saya ambil dari www.jogjadigitalvalley.com , lengkapnya silahkan langsung saja datang ke situs tersebut







    

Sunday, July 21, 2013

Sebuah Renungan Cinta


                Duhai sahabatku. . Pernahkah engkau memikirkan tentang hal yang sama, yang kupikirkan sekarang ini.

                Aku itu egois, sahabatku. Aku berharap engkau tak seperti itu.

                Aku iri pada teman-temanku yang sudah memiliki pacar. Aku iri akan cinta dan kasih sayang yang senantiasa teman-temanku gembor-gemborkan padaku. Laksana pelita di gelap malam, kata mereka. Laksana embun di pagi hari, kata mereka. Laksana mawar yang baru mekar, kata mereka.

                Aku iri melihat teman-temanku berduaan. Aku iri melihat mereka berjalan bersama, tertawa bersama.

                Apalagi, saat aku melihat dia yang sosoknya senantiasa menghangatkanku di kala malam. Dia yang sosoknya bisa membuat diriku terpana.Aku iri pada dia yang memiliki cinta dan kasih sayang dari dirinya.

                Oh cinta muda, begitu indahnya dikau, sampai aku begitu terpananya.

                Tetapi aku salah sahabatku. Aku lupa, selama ini aku telah memiliki cinta dan kasih sayang yang sangat besar.

                Ya, sahabatku, kau benar. Penciptaku telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang yang sudah cukup bagiku sebenarnya.

                 Aku selalu lupa akan cinta-Nya.

                Dia yang selalu berusaha menghubungiku setiap hari, lima kali tanpa henti-hentinya. Dia yang senantiasa memberikan apa yang kubutuhkan. Dia yang senantiasa memberikan ketenangan dan kesejukan di hatiku yang dangkal ini.

                Aku seringkali melupakan-Nya. Aku seringkali mengabaikan-Nya.

                Tetapi adakah Dia pernah berputus asa kepadaku? Tidak pernah.

                Padahal terkadang aku berputus asa akan rahmat-Nya.

                 Aku sering lupa pada-Nya temanku, tapi Dia tak pernah lupa padaku.

                Dia bahkan telah menyatakan dengan jelas, bahwa Dia ingin menjadikanku kekasih-Nya.

                Tetapi aku malah mengabaikan-Nya, Dia Yang Maha Kaya.

Betapa bodohnya diriku, wahai sahabatku. Padahal dengan jelas Dia telah menyatakan, bahwa Dia itu Maha Pencemburu .

Apa jadinya diriku tanpa-Nya?

Tetapi Dia Maha Penyayang.


Dekatkanlah diriku kepada-Mu, dan jadikanlah aku kekasih-Mu, wahai Yang Maha Esa.

Saturday, July 20, 2013

Mumpung Masih Panas, Segera Lakukan !


                Terinspirasi dari salah satu buku yang recommended banget buat dibaca, karya Anthony Dio Martin, salah satuTrainer EQ terbaik di Indonesia, yang berjudul “101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda”.

                Di salah satu bab buku ini ada yang berjudul “Mumpung Masih Panas” .  Ceritanya begini. Bila kita pernah membuat kopi, susu, atau coklat dengan menggunakan air yang ternyata sudah tidak panas, pasti rasanya mengesalkan sekali. Bagaimana tidak, bubuk kopi atau coklat itu pasti akan lengket menempel dinding cangkir. Hasilnya, kita akan kesusahan untuk membuat bubuk tersebut tercampur dengan rata di dalam air.

                Hal yang sama kita alami saat kita memiliki  keinginan akan suatu ide atau pekerjaan. Rasanya kita begitu menggebu-gebu untuk segera mengeksekusinya. Tetapi apabila kita menunda, maka mungkin gairah itu akan mendingin seiring waktu.

                Tulisan ini pun saya tulis saat saya teringat bahwa dulu saya pernah memiliki keinginan untuk menuliskan tentang ini.Takut apabila gairah saya keburu dingin seperti yang sudah terjadi sebelumnya, maka saya bersegera untuk menuangkan segala yang saya pikirkan. Syukurlah, tidak tertunda lagi.

                Inspirasi pun begitu. Biasanya bila kita tidak segera menuliskan atau mengeksekusinya, maka keburu kabur dari pikiran kita. Karena dia suka jual mahal. Ditinggal bentar saja sama kita langsung kabur.

                Mumpung masih hangat, itu kata kuncinya. Bab yang sangat menarik dari buku ini, dan sangat berarti buat saya yang suka menunda pekerjaan, hehehe. J  

Mencintai Allah



Masih dari khutbah di masjid kampung saya, masjid Nurut Taqwa tanggal 20 Juli 2013, Pak Penceramah bercerita tentang mencintai Allah.

Masalah mencintai Allah ini, Pak Penceramah mencoba membandingkan dengan kehidupan sehari-hari. Ia bercerita bahwa kita di masa muda,saat kita mencintai seseorang, rasanya segalanya begitu indah. Lewat rumahnya saja rasanya sudah membahagiakan hati yang gundah ini. Tetapi, saat kita melewati rumah Allah, yaitu masjid, adakah kita merasa bahagia? Adakah hati kita merasa tentram?

             Lalu, saat kita melewati rumah sang pujaan hati itu, betapa bahagianya kita bilamana pintu rumah tersebut dibuka, lalu sang pujaan hati kita itu datang dan berbicara,”Hai kamu. . Kemarilah! Mampirlah sejenak di rumahku ini!” .Tentunya kita akan sangat senang bukan, senangnya bukan main malahan. Tapi apabila dikumandangkan Adzan, seruan-Nya untuk bertemu dengan-Nya, adakah kita senantiasa menjawab panggilan-Nya?

             Saya sendiri pun termasuk yang imannya labil, naik turun jatuh bangun maju mundur. Terkadang ke masjid, terkadang tidak. Tapi biarlah ini mengingatkan kita semua bahwa terkadang, kita terlalu asyik terhadap diri kita sendiri, dan sering lupa pada-Nya. Karena sifat dasar manusia rata-rata adalah mudah lupa, jika tidak senantiasa dilakukan dan menjadi kebiasaan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk Anda semua para pembaca yang budiman.

Sumber : Khutbah Tarawih Masjid Nurut Taqwa tanggal 20 Juli 2013

Karena Allah


     Tadi ada hal yang menarik di khutbah tarawih masjid kampung saya. Ia menceritakan tentang bagaimana seorang hamba Allah yang bertakwa itu senantiasa berbuat karena Allah. Mencintai karena Allah, memaafkan karena Allah, dan sebagainya. Segala sesuatu dilakukan karena Allah.

     Pak Penceramah memberikan contoh. Misalnya kita sedang suka pada seorang wanita karena jilbabnya bagus. Itu mencintai karena Allah, karena Allah juga
suka. Lalu, contoh lain dulu ada kenalan Pak Penceramah, seorang wanita yang suka pada seorang pria karena tiap selesai sholat Ia berdoa cukup lama. Saat jamaah lain sudah pulang, Ia masih berada di masjid. Maka itu juga cinta karena Allah, begitu kata beliau.

     Lalu, beliau menutup dengan berpesan bahwa bila sekarang kita sedang akan melakukan sesuatu, pikirkan dahulu apakah Allah ridho terhadap itu. Bila ridho, segera lakukanlah. Tapi bila tidak, cobalah untuk bersabar dan menjauhi perbuatan itu.

     Sepulang dari masjid, saya langsung mencoba untuk mempraktikan apa yang saya dapat tadi. Alhamdulillah, rasanya menyenangkan melakukan suatu hal dengan berpikir dulu apakah Allah ridho atau tidak. Semoga saja saya bisa senantiasa mengingat ridho-Nya di tiap perbuatan, dan saya doakan juga kepada Anda, semoga Anda bisa senantiasa seperti itu.

Sumber : Khutbah Tarawih Masjid Nurut Taqwa tanggal 20 Juli 2013

Friday, July 19, 2013

Bersyukur



Tiap dari kita unik, dan juga seorang juara. Aku berusaha mempercayai itu . Karena kita adalah salah satu pemenang dari ratusan juta kontestan lainnya. Tahu maksudku? Yup, kita adalah sperma yang berhasil menembus sel telur. Dan hadiahnya satu : kehidupan

 Jadi, kenapa kita tidak mulai fokus pada kelebihan daripada menyesali kekurangan kita? Mengingat kenyataan bahwa kita adalah juara. Tentunya, seorang juara fokus pada kelebihan yang Ia miliki, bukannya menangisi kekurangannya. Memang realitanya banyak orang yang menginginkan apa yang dia tidak punya di kehidupan ini. Orang bule yang kulitnya putih ingin gosong sehingga mereka banyak yang mengunjungi Asia. Tapi orang Asia? Saya sendiri menginginkan kulit putih sejujurnya hehe, begitu juga dengan teman-teman cowok saya yang lain yang kulitnya ‘agak’ gosong.

 Bersyukur itu indah kawan. Saya sendiri belum bisa seperti itu sepenuhnya, tapi saya berusaha dan selalu berusaha. Wajar kok kalau terkadang kita menginginkan yang orang lain punya. Vokalis Maroon 5, Adam Levine yang notabene-nya saja sudah menjadi orang berhasil, pernah berkata di salah satu acara : “Saya iri pada suara seraknya. Tiap dari kita menginginkan yang tidak kita punya” . Jadi wajar, that’s human nature.


Bersyukur itu susah memang. Tapi katanya orang-orang bijak di luar sana, semakin banyak kau bersyukur maka kau akan semakin bahagia. Well, saya mempercayainya, dan mencoba untuk melakukannya . And I believe every of you is try to do this too, like me J

Monday, July 15, 2013

Tipikal Orang : Melankolis

Pernah nggak kamu nemu orang dengan tipe kayak gini:
-Gampang tersinggung
-Suka ngatur
-Empati tinggi
-Suka menasihati tapi dia sendiri sering banget ngelakuiin
-Gampang mutung
-Disiplin tinggi
-Rajin dan teratur, tepat waktu
-Kadang meremehkan sendiri

Well jika kamu punya kenalan yang memiliki salah satu dari sekian sifat diatas, bisa jadi kenalan atau temanmu itu melankolis.