Saturday, July 20, 2013

Mencintai Allah



Masih dari khutbah di masjid kampung saya, masjid Nurut Taqwa tanggal 20 Juli 2013, Pak Penceramah bercerita tentang mencintai Allah.

Masalah mencintai Allah ini, Pak Penceramah mencoba membandingkan dengan kehidupan sehari-hari. Ia bercerita bahwa kita di masa muda,saat kita mencintai seseorang, rasanya segalanya begitu indah. Lewat rumahnya saja rasanya sudah membahagiakan hati yang gundah ini. Tetapi, saat kita melewati rumah Allah, yaitu masjid, adakah kita merasa bahagia? Adakah hati kita merasa tentram?

             Lalu, saat kita melewati rumah sang pujaan hati itu, betapa bahagianya kita bilamana pintu rumah tersebut dibuka, lalu sang pujaan hati kita itu datang dan berbicara,”Hai kamu. . Kemarilah! Mampirlah sejenak di rumahku ini!” .Tentunya kita akan sangat senang bukan, senangnya bukan main malahan. Tapi apabila dikumandangkan Adzan, seruan-Nya untuk bertemu dengan-Nya, adakah kita senantiasa menjawab panggilan-Nya?

             Saya sendiri pun termasuk yang imannya labil, naik turun jatuh bangun maju mundur. Terkadang ke masjid, terkadang tidak. Tapi biarlah ini mengingatkan kita semua bahwa terkadang, kita terlalu asyik terhadap diri kita sendiri, dan sering lupa pada-Nya. Karena sifat dasar manusia rata-rata adalah mudah lupa, jika tidak senantiasa dilakukan dan menjadi kebiasaan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk Anda semua para pembaca yang budiman.

Sumber : Khutbah Tarawih Masjid Nurut Taqwa tanggal 20 Juli 2013

No comments:

Post a Comment