Sunday, July 21, 2013

Sebuah Renungan Cinta


                Duhai sahabatku. . Pernahkah engkau memikirkan tentang hal yang sama, yang kupikirkan sekarang ini.

                Aku itu egois, sahabatku. Aku berharap engkau tak seperti itu.

                Aku iri pada teman-temanku yang sudah memiliki pacar. Aku iri akan cinta dan kasih sayang yang senantiasa teman-temanku gembor-gemborkan padaku. Laksana pelita di gelap malam, kata mereka. Laksana embun di pagi hari, kata mereka. Laksana mawar yang baru mekar, kata mereka.

                Aku iri melihat teman-temanku berduaan. Aku iri melihat mereka berjalan bersama, tertawa bersama.

                Apalagi, saat aku melihat dia yang sosoknya senantiasa menghangatkanku di kala malam. Dia yang sosoknya bisa membuat diriku terpana.Aku iri pada dia yang memiliki cinta dan kasih sayang dari dirinya.

                Oh cinta muda, begitu indahnya dikau, sampai aku begitu terpananya.

                Tetapi aku salah sahabatku. Aku lupa, selama ini aku telah memiliki cinta dan kasih sayang yang sangat besar.

                Ya, sahabatku, kau benar. Penciptaku telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang yang sudah cukup bagiku sebenarnya.

                 Aku selalu lupa akan cinta-Nya.

                Dia yang selalu berusaha menghubungiku setiap hari, lima kali tanpa henti-hentinya. Dia yang senantiasa memberikan apa yang kubutuhkan. Dia yang senantiasa memberikan ketenangan dan kesejukan di hatiku yang dangkal ini.

                Aku seringkali melupakan-Nya. Aku seringkali mengabaikan-Nya.

                Tetapi adakah Dia pernah berputus asa kepadaku? Tidak pernah.

                Padahal terkadang aku berputus asa akan rahmat-Nya.

                 Aku sering lupa pada-Nya temanku, tapi Dia tak pernah lupa padaku.

                Dia bahkan telah menyatakan dengan jelas, bahwa Dia ingin menjadikanku kekasih-Nya.

                Tetapi aku malah mengabaikan-Nya, Dia Yang Maha Kaya.

Betapa bodohnya diriku, wahai sahabatku. Padahal dengan jelas Dia telah menyatakan, bahwa Dia itu Maha Pencemburu .

Apa jadinya diriku tanpa-Nya?

Tetapi Dia Maha Penyayang.


Dekatkanlah diriku kepada-Mu, dan jadikanlah aku kekasih-Mu, wahai Yang Maha Esa.

3 comments: